Aktifitas bekerja dan berkaya pada dasarnya sama yang membedakan adalah kepuasan yang kita dapat dari aktifitas tersebut.Ambil contoh Berkebun, berkebun bisa bekerja atau bisa juga menjadi berkarayaseorang petani yang berkebun diladang dari pagi hingga sore mungkin menggap selama waktu itu dia bekerja, karena dia berkebun untuk mendapatkan gaji.namun pada saat dia berkebun untuk keluarganya dia menganggap bukan bekerja tapi berkarya, karena ketika berkebun untuk keluarganya dia merasa ada kepuasan tersendiri ketika keluarganya memproleh hasil dari tanaman yang ia tanam.walaupun pekerjaan ini tidak berbayar. Perbedaan antara BEKERJA dan BERKARYA terletak pada imbal balik yang kita dapat, BEKERJA kita mendapatkan uang untuk waktu dan tenaga kita sementara BERKARYA kita mendapatkan kepuasan batin.Dengan BERKARYA kita rela walau tidak dibayar kita tetap akan melakukan sebaik yang kita bisa, dengan BERKARYA kita merasa lebih hidup, hidup ini menjadi lebih berarti.
Bekerja Vs Berkarya
Alangkah indahnya jika yang kita lakukan kita pandang dan kita rasakan sebagai 'berkarya' dan bukan 'bekerja'. Ada perbedaan yang sangat jelas tentang dua sudut pandang ini. Semua ini tidak semata-mata tentang 'life wisdom' dalam pengertiannya yang sempit. Sebab, life wisdom itu sendiri - di mana pun, adalah bentuk-bentuk keselarasan dan harmonisasi dengan alam dan fenomena kehidupan sebagai Sunnatullah. Sejalan dengan perkembangan kehidupan yang alamiah, ketika seseorang telah mampu memenuhi kebutuhan-kebutuhannya yang paling mendasar, tibalah saat bagi dirinya untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan yang memiliki nilai spiritualitas lebih tinggi.Kebutuhan-kebutuhan ini di antaranya adalah 'self actualization' (Abraham Maslow) atau 'contribution' (Anthony Robbins). Di sinilah letaknya perbedaan antara 'bekerja' dan 'berkarya'.'Bekerja' adalah sebuah cara pandang memikul beban dan bagaimana menyelesaikan segala persoalan dan hambatan yang dilekatkan pada beban itu.'Berkarya' adalah sebuah cara pandang kepemimpinan yang melihat 'the big picture' dan tentang bagaimana seseorang mempersepsi kontribusi dan sumbangsihnya pada gambaran besar itu. Jika melukis dipersepsi sebagai 'bekerja', maka melukis adalah melaburkan kuas ke atas kanvas dengan pilihan warna-warna tertentu yang dilakukan dengan gerakan, coretan, dan tekanan tertentu. Jika melukis dipersepsi sebagai 'berkarya', maka melukis adalah menciptakan keindahan bagi mata dan perasaan, atau menangkap fenomena dan memaknainya ke dalam warna-warni, atau menuangkan isi pikiran dan hati menjadi sesuatu yang bisa dilihat dan dirasakan.Mungkin, ada ratusan atau bahkan ribuan lagi kekayaan makna yang bisa dilekatkan pada proses 'berkarya'. Yang satu adalah pilihan tindakan yang mekanistis dan teknis, dan yang satu lagi adalah mengoptimalkan segala potensi dengan pikiran dan perasaan, demi terwujudnya sesuatu yang lengkap, utuh, baik dan indah. Yang satu adalah sekedar upaya memenuhi syarat, dan yang satu lagi adalah pilihan untuk menjadi bagian dari impian yang lebih besar.
STOP menggrutu mengenai betapa jeleknya hidup kita karena kita tidak suka pekerjaan kita dan mulailah BERKARYA.